Kabar Nikel Antam Fokus garap Pasar Dalam Negeri

Antam Fokus garap Pasar Dalam Negeri

, Estimasi Baca : < 1 minute
51
Pabrik Pengolahan Nikel PT ANTAM di Sulawesi Tenggara/Istimewa

APNI, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tekanan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. SVP Corporate Secretary, Kunto Hendrapawoko, mengatakan Antam akan lebih fokus menggarap pasar domestik pada tahun ini.

Menurut Kunto, sejak awal tahun Antam sudah tidak lagi melakukan penjualan ekspor bijih nikel. “Merebaknya pandemi Covid-19 secara global telah mempengaruhi pasar ekspor feronikel,” kata Kunto, Selasa (4/8/2020).

Meski demikian, Kunto memastikan, perusahaan akan tetap berupaya secara maksimal dan mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan sehingga kinerja kuartal kedua tahun 2020 lebih baik dibandingkan kuartal pertama tahun 2020.

Pada tahun ini, Antam berfokus untuk memaksimalkan produksi dan penjualan nikel, emas dan bauksit. Untuk komoditas feronikel, pada tahun ini kapasitas produksi masih ada di kisaran 27.000 TNi yang berasal dari hasil pengolahan Pabrik Feronikel Sulawesi Tenggara.

Antam terus berupaya meningkatkan capaian produksi dan penjualan komoditas utama sehingga diharapkan dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di akhir tahun 2020 ini. Seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel, Antam optimistis dapat meningkatkan marjin keuntungan dari bisnis nikel pada tahun 2020.

Pada semester I 2020, raihan laba bersih Antam turun tajam menjadi Rp 84,82 miliar dibandingkan periode sama 2019 yang tercatat Rp 428 miliar. Menurut Kunto, hal tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Perusahaan yang salah satunya adalah perbedaan kondisi dan situasi ekonomi global dan domestik.

Meski demikian, sepanjang periode kuartal II tahun 2020, laba bersih Antam tumbuh signifikan dibandingkan capaian kuartal I tahun 2020 yang mencatat rugi bersih Rp 281,84 miliar. Menurut Kunto, pembukuan laba bersih didukung oleh terjaganya kesetabilan operasional produksi dan penjualan serta upaya-upaya pengelolaan biaya yang efektif ditengah kondisi fluktuasi ekonomi global sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sumber: republika.co.id