Kabar Nikel ANTAM Investigasi Tenggelamnya Tongkang Pengangkut Bijih Nikel

ANTAM Investigasi Tenggelamnya Tongkang Pengangkut Bijih Nikel

, Estimasi Baca : < 1 minute
17
Pada Hari Rabu tanggal 06 November 2019 Pukul 13.45 Wita, di Perairan Teluk Dalam Kec. Marombo Kab. Konawe Utara dengan jarak 1,5 Mil dari Jetty milik PT. Antam Tanjung Pakah telah terjadi Musibah Tongkang Patah BG. Eadyra Mega 333 yang mengakibatkan tongkang dan muatannya Ore nikel tenggelam.

APNI, Jakarta – PT Antam mengirim tim untuk menginvestigasi musibah patah dan bocornya kapal tongkang pengangkut bijih nikel di Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sultra (UBPN), Rabu siang (6/11/2019). Hal itu diungkapkan Sekretaris Perusahaan, PT Antam Tbk, Kunto Hendrapawoko, Kamis (7/11/2019).

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat ini tongkang milik perusahaan mitra yang bocor telah ditarik dan diamankan di sisi dermaga Antam. Tongkang itu kata dia, diproduksi tahun 2012 dan memiliki izin operasional hingga Januari 2020. Pihak berwenang juga secara periodik memverifikasi tongkang tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya menerapkan sistem keselamatan kerja pertambangan, baik internal dan mitra kerjanya melalui tiga kebijakan pengelolaan K3, yakni Contractor Safety Manajemen System, Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan dan Super Safe yang didalamnya mencakup prosedur tanggap darurat.

“Antam akan memastikan hal ini tidak terjadi kembali,” tuturnya.

Lihat: [Video] Kapal Tongkang pengangkut Nikel PT Antam Tenggelam di Tapunopaka, Konawe Utara

Untuk diketahui, pada insiden tersebut tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materi berupa dua unit excavator yang ikut tenggelam bersama tongkang.

Sumber: Mediakendari.com