KEBIJAKAN PEMERINTAH Bahas Investasi Pabrik Baterai, Erick dan Bahlil Hari Ini Terbang Ke Korsel

Bahas Investasi Pabrik Baterai, Erick dan Bahlil Hari Ini Terbang Ke Korsel

, Estimasi Baca : 2 minutes
56
Peta Kawasan Industri Terpadu (KIK) Kabupaten Batang. KIK di Batang ditargetkan terealisasi pada 2021/ANTARA

APNI, Jakarta – Hai ini, Rabu (23/9/2020) Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri BUMN Erick Thohir terbang ke Korea Selatan (Korsel). Kunjungan mereka bertujuan untuk menyelesaikan perjanjian investasi pabrik baterai di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

“Dalam konteks itu kita memanfaatkan sumber daya alam, saya besok (hari ini, red) dengan Pak Erick, Menteri BUMN ke Korea untuk menyelesaikan persoalan hilirisasi baterai,” ungkap Bahlil dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Pabrik baterai ini merupakan upaya hilirisasi industri yang terus dikejar pemerintah, terutama dalam mewujudkan nilai tambah pada ekspor komoditas nikel.

“Nikel kita ini yang ada sekarang sudah bagus juga, tapi kita sempurnakan. Sekarang ambil nikel, kemudian bangun smelter, barang setengah jadi 50%, ekspor, ini sebenarnya sudah bagus juga. Tapi belum maksimal untuk negara. Jadi kita ke depan, sekarang kita membangun baterai itu bukan dari hulu, bukan dari smelter. Tapi kita dorong untuk membangun pabrik baterai cell-nya. Hilirnya dulu kita kunci, baru katoda, baru prekursor, baru masuk di smelter,” terang Bahlil.

Bahlil mengatakan, calon investor dari Korsel itu akan membangun pabrik baterai listrik di atas lahan seluas 100 hektare (Ha) di KIT Batang. “Itu di Batang, dan itu areanya 100 hektare (Ha),” ujar Bahlil.

Dengan perjanjian ini, Bahlil meyakini tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan ekspor bernilai tambah, dan tak hanya berpihak pada satu negara.

“Dalam beberapa perjalanan yang saya temui, ada kesan seolah-olah pemerintah ini hanya berpihak pada satu kelompok. Saya berpikir tidak seperti itu. Saya konsisten untuk menjalankan ini, tetapi dalam aturan main yang jelas. Dalam konteks itulah besok, kami akan bersama-sama dengan Menteri BUMN untuk clear,” tegas dia.

Namun, Bahlil enggan membeberkan nama perusahaannya tersebut. Ia mengatakan, nama perusahaannya akan diumumkan setelah kedua pihak menyepakati perjanjian kerja sama.

“Ini investasinya besar, ini terbesar di dunia. Itu lokasinya di Batang. Mohon maaf jangan tanya perusahaannya apa. Karena BKPM tidak boleh menjanji, biarlah hasil tahu, proses biar kami lakukan,” tutup dia.

Sumber: DETIK.COM