Kabar Nikel Berharap Dari Nikel dan Biodiesel, Luhut Yakin Rupiah Kembali di Bawah Rp10...

Berharap Dari Nikel dan Biodiesel, Luhut Yakin Rupiah Kembali di Bawah Rp10 Ribu/USD

, Estimasi Baca : 2 minutes
40
Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju/Istimewa

APNI, Jakarta – Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan meyakini mata uang rupiah bisa kembali menguat bahkan hingga di bawah level Rp10 ribu per USD. Saat ini rupiah masih bertengger di level Rp14.100-an per USD.

Luhut mengatakan penguatan rupiah akan terjadi sejalan dengan upaya memperkuat neraca transaksi berjalan yang kini masih mengalami defisit (current account deficit/CAD). Luhut menjelaskan pemerintah serius untuk melakukan hilirisasi demi mengurangi impor terutama untuk sektor energi.

Seperti misalnya, dengan kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20) dan akan dilanjutkan dengan B30 hingga B100 dipercaya bisa mengurangi tekanan impor minyak mental serta bahan bakar minyak (BBM). Begitu juga dengan pengembangan energi hijau (green Energy) demi mengurangi impor.

“Rp300 triliun impor energi bisa berkurang. Kami lagi hitung berapa persen bisa berkurang untuk B50-B100. Apa iya kita bisa enggak perlu impor energi,” kata Luhut di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.

Hilirisasi juga dilakukan dengan kebijakan percepatan pelarangan ekspor bijih nikel. Nikel yang awalnya diekspor nantinya akan digunakan untuk memasok industri pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri. Sehingga menciptakan nilai tambah yang tinggi. Nikel tersebut juga akan digunakan sebagai komponen pembuat baterai. Seperti diketahui Pemerintah memang tengah menggalakkan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

Di sisi lain pemerintah dengan hilirisasi nikel, pemerintah juga ingin meningkatkan ekspor komoditas tersebut apabila telah menjadi barang yang bernilai tinggi, bukan dalam bentuk mentah. Dia bilang di Morowali, yang merupakan daerah pengolahan nikel ekspornya mampu berkontribusi dalam menekan CAD.

Ia menyebutkan di tahun ini ekspor nikel dari Morowali ditargetkan bisa mencapai USD9 miliar. Angka tersebut diharapkan meningkatkan menjadi USD13 miliar di 2020 dan bisa ke arah USD35 miliar di 2024. Mantan Kopasus ini meyakini apabila semua upaya tersebut bisa dilakukan maka bukan tidak mungkin rupiah akan bisa makin menguat.

“Rupiah bisa di bawah Rp10 ribu, cadangan dolar banyak. Ke depan kalau ini sesuai rencanan bisa dijalankan,” jelas Luhut.

Sumber: Medcom.id