NEWS NASIONAL Cegah Pungli, Kemenko Marves Ikut Awasi Perekrutan Tenaga Kerja Lokal Oleh Industri...

Cegah Pungli, Kemenko Marves Ikut Awasi Perekrutan Tenaga Kerja Lokal Oleh Industri Nikel Konawe

, Estimasi Baca : 3 minutes
57
Suasana pekerja di pintu masuk smelter PT. Virtue Dragon Nickel INdustri (VDNI)/butonrayanews.co.id

APNI, Jakarta – Manajemen PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Pemerintah Kabupaten Konawe resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perekrutan tenaga kerja lokal (TKL). PT. VDNI telah menyampaikan kebutuhan 5.000 karyawan yang perekrutannya akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Jodi Mahardi mengapresiasi dan mendukung kerjasama antara perusahaan dengan pemerintah daerah tersebut. Kemenko Marves akan terus memantau dan membantu kebutuhan demi terciptanya iklim investasi yang baik.

“Kemenko Marves sangat mendukung kerjasama tripartit antara perusahaan, pemerintah, dan karyawan. Dengan demikian, diharapkan segala penyusunan kebijakan dan juga pemecahan masalah ketenagakerjaan di wilayah tersebut dapat ditangani lebih baik dan cepat,” ujar Jodi Mahardi, Rabu (8/7/2020).

Jodi berpesan agar perekrutan TKL yang nantinya dilakukan dapat dijalankan secara akuntabel dan bersih dari pungutan liar. Hal ini harus dipastikan dan diawasi dengan seksama agar kerjasama yang sudah berjalan dengan baik saat ini tidak menimbulkan polemik baru.

“Kemenko Marves juga akan ikut mengawasi prosesnya. Semua pihak harus mau untuk saling mendengarkan dan berkomunikasi. Kondusifitas juga harus terus dijaga agar bisa fokus untuk melaksanakan tugasnya masing-masing,” ujarnya.

Dalam MoU tersebut, Pemkab Konawe akan menjalankan proses rekrutmen TKL dengan baik dan terarah. 5.000 karyawan yang akan direkrut tersebut nantinya akan ditempatkan di PT. VDNI dan juga PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) yang sama-sama berada di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Hadirnya investasi di suatu daerah tujuan utamanya adalah untuk mensejahterakan daerah tersebut. Jangan sampai menimbulkan polemik yang justru dapat menghambat daerah yang bersangkutan untuk semakin berkembang.

“Semua pihak harus mau duduk bersama dan mendengarkan,” tegas Jodi.

Nantinya, 5.000 TKL yang direkrut akan berstatus sebagai pekerja organik, artinya status mereka akan tetap menjadi karyawan perusahaan meski pembangunan 33 smelter baru yang saat ini sedang berjalan telah selesai pengerjaannya.

Ada tujuh pembagian zonasi/klaster yang akan diterapkan dalam perekrutan 5.000 TKL tersebut, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan karyawan yang direkrut berasal dari semua wilayah di sekitar perusahaan.

Dalam catatan kami, tersiar kabar bahwa selama ini perekrutan tenaga kerja lokal dipungut biaya hingga jutaan rupiah, sehingga pengambilalihan rekrutmen tenaga kerja lokal oleh Pemkab Konawe dan diawasi oleh Kemenko Marves diharapkan mampu meminimalisir terjadinya pungli.

Proyek ini sempat mengundang kontroversi karena ada rencana kedatangan 500 TKA Tiongkok ke Konawe. PT Virtue Dragon Nickel Industry, berasal dari Tiongkok, dengan teknologi pengolahan nikel yang juga berasal dari Tiongkok.

PT. VDNI yang beroperasi di Konawe, Sulawesi Tenggara, ialah perusahaan tambang sekaligus pemain penting dalam industri nikel di Indonesia. Investasi VDNI berasal dari China First Heavy Industries—perusahaan milik pemerintah China—menggelontorkan dana US$ 6 miliar atau Rp 86 triliun untuk berinvestasi di Konawe. Ia menguasai 2.253 hektare lahan di kabupaten itu, dan berambisi membangun smelter—pabrik peleburan bijih nikel.

Indonesia sendiri merupakan negara pengekspor nikel terbesar di dunia yang menguasai 20 persen lebih dari total ekspor nikel dunia. Indonesia juga salah satu pemilik cadangan bijih nikel terbesar di dunia. Di Sulawesi, penambangan nikel telah dimulai sejak 1934 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Dan kenapa nikel penting? Karena ia jenis logam yang kerap disebut sebagai “the mother of industry” atau tulang punggung bagi berbagai industri lain seperti otomotif, konstruksi, baterai, sampai pembuatan baja antikarat (stainless steel).

Presiden Direktur Virtue Dragon Nickel Industry, Andrew Zhu Mingdong, baru berumur 27 tahun ketika tiba di Indonesia pada 2014. Usia yang amat muda untuk menduduki pucuk jabatan di perusahaan tambang ambisius.

PT Virtue Dragon Nickel Industry ialah cabang perusahaan Jiangsu Delong Nickel Co., Ltd., produsen logam China yang didirikan Dai Guofang, mertua Zhu—pengusaha baja kawakan di China yang pernah dipenjara akibat penggelapan pajak dan pembelian tanah ilegal, yang menurut Zhu lebih karena permainan politik.

Meski sempat dibui, kiprah Dai Guofang di industri nikel dan baja tak redup. Setelah bebas, ia mendirikan Jiangsu Delong Nickel Co., Ltd. pada 2010 dan menggaet menantunya, Andrew Zhu, untuk mengamankan bisnis perusahaan di Indonesia.

Desember 2016, kepada Nikkei Asian Review di Jakarta, Zhu membeberkan targetnya untuk mencapai kapasitas produksi nickel pig iron 600.000 ton di Indonesia pada akhir 2017.

Sumber: merahputih.com