Kabar Nikel Dampak Virus Corona, Ifishdeco Fokus Jual Produksi Untuk Pasar Dalam Negeri

Dampak Virus Corona, Ifishdeco Fokus Jual Produksi Untuk Pasar Dalam Negeri

, Estimasi Baca : 2 minutes
103
PT Ifishdeco bangun smelter nikel di Konawe Selatan/Merdeka.com

APNI, Jakarta – Wabah virus corona yang memukul perekonomian China bisa berpengaruh terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas tambang, seperti nikel dan produk turunannya. Hal ini dirasakan oleh emiten produsen nikel, PT Ifishdeco Tbk (IFSH).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Ifishdeco, Christo Pranoto, pada tahun lalu pihaknya masih melakukan ekspor bijih nikel ke China. Hingga wabah corona menyerang China, saat ini ternyata belum memberikan dampak secara langsung terhadap kinerja PT Ifishdeco.

“Tahun ini kita hanya jual di pasar lokal. Saat ini sudah tidak ada penjualan ore nikel ke China, sehingga dampak langsung terhadap bisnis ore tidak ada,” kata Christo, Selasa (11/2/2020).

Namun, Christo mengatakan bahwa akibat wabah corona ini berdampak ke PT Bintang Smelter Indonesia (BSI), anak usaha PT Ifishdeco yang bergerak di bidang produksi dan penjualan produk turunan ore nikel berupa Nickel Pig Iron (NPI) dan FeroNickel (FeNi).

Christo menyebut, dalam jangka pendek China akan mengurangi kapasitas produksi stainless steel . Hal ini mempengaruhi permintaan NPI dan Feni dari Indonesia.

Selain itu, jadwal operasional fasilitas blast furnace BSI pun mengalami kemunduran. Sebab, pembangunan rotary kin electric furnace (RKEF) yang bermitra dengan perusahaan China, sedang dalam penyiapan mesin yang bertempat di China.

Apalagi, tenaga kerja asal China juga belum bisa didatangkan.

“Apabila equipment RKEF telah selesai maka tinggal proses pemasangan. Untuk produksi blast furnace sementara tertahan karena kebijakan pemerintah China melarang warganya keluar negeri,” sebut Christo.

Namun, Christo masih belum dapat membeberkan dampak dari kondisi ini secara detail. Yang jelas, BSI akan tetap melanjutkan pengerjaan smelter yang ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2021 tersebut.

“Strategi yang kita lakukan adalah menyelesaikan apa yang bisa diselesaikan oleh pihak BSI dalam mempersiapkan RKEF,” kata Christo.

Sebagai informasi, untuk menunjang proyek tersebut, PT Ifishdeco menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,4 triliun hingga tahun 2021 nanti.

Khusus di tahun ini, perusahaan mengalokasikan dana sekitar Rp 1,1 triliun untuk kebutuhan penambahan mesin dan infrastruktur pada proyek smelter tersebut.

Sumber: IPOTNEWS