Kabar Nikel Diduga Menambang Di Hutan Lindung, Mabes Polri Segel Tujuh Perusahan Tambang di...

Diduga Menambang Di Hutan Lindung, Mabes Polri Segel Tujuh Perusahan Tambang di Sultra

, Estimasi Baca : < 1 minute
93
Tim Investigasi Bareskrim Mabes Polri saat melakukan penyegelan lokasi tambang tujuh perusahaan tambang yang diduga melakukan penambangan di hutan lindung/inilahsultra.com

APNI, Jakarta – Diduga menambang di dalam Kawasan Hutan Lindung (KHL) tujuh perusahaan tambang di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) di segel dengan cara memasang police line oleh Tim Investigasi dari Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri. Penyegelan dilakukan pada Selasa (17/03/2020) lalu.

Selain menyegel area tambang, Tim Investigasi yang dipimpin oleh Kombes Pol Pipit Rismanto langsung memberikan penindakan di lokasi pertambangan dengan melakukan penyegelan terhadap puluhan alat berat milik perusahaan-perusahaan tambang tersebut.

Awalnya, rombongan bergerak menuju Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara. Setibanya di Marombo Pantai, Tim melakukan investigasi lalu bergerak menuju tujuh lokasi perusahaan tambang yang diduga kuat telah melakukan aktivitas penambangan di kawasan hutan lindung.

Tujuh perusahaan tambang yang disegel adalah PT Bososi, PT RMI (Rockstone Mining Indonesia), PT TNI (Tambang Nikel Indonesia), PT NPM (Nuansa Perkasa Mandiri), PT Ampa, PT PNN (Pertambangam Nikel Nusantara), dan PT Jalumas.

Sayangnya, saat tim investigasi tiba di lokasi aktivitas penambangan sudah berhenti dan karyawan serta manageman sejumlah perusahaan sudah tidak berada di tempat, kecuali PT RMI.

Ketua tim Investigasi Mabes Polri, Kombes Pol Pipit Rismanto menuturkan, penindakan perusahaan tambang dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Akibat aktivitas tambang tidak sesuai prosedur, menyebabkan banjir di wilayah itu.

“Kehutanan sudah pernah mengimbau dan bahkan sudah memasang patok peringatan. Malah patok-patok itu sudah hilang,” tuturnya.

Tim sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, serta sudah melakukan penyitaan terhadap puluhan alat berat dari 7 perusahan tambang tersebut. Tetapi tidak semua alat berat dapat di disita karena sebagian sudah dibawa keluar dari lokasi penambangan.

Tim Investigasi juga sudah memasang police line di stockpile yang dipenuhi tumpukan ore nikel, nikel tersebut, diduga kuat ore nikel miliki 7 perusahaan yang diambil dari kawasan hutan lindung.

Sumber: inilahsultra.com