Kabar Nikel Diduga Menambang Liar, Polres Konawe Utara Tahan Direktur PT. Naga Bara Perkasa

Diduga Menambang Liar, Polres Konawe Utara Tahan Direktur PT. Naga Bara Perkasa

, Estimasi Baca : 2 minutes
279
Salah satu lokasi tambang di Konawe Utara/Istimewa

APNI, Jakarta – Direktur PT Naga Bara Perkasa (PT. NBP), Tuta Nafisa kini ditahan Polres Konawe Utara. Dia tak sendiri. Ada tujuh anak buahnya turut ditahan dibalik jeruji. Salah satu diantaranya, Kepala Produksi PT NBP Rahman.

Bos PT NBP ditangkap, karena diduga melakukan penambangan ilegal di Desa Molore, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara (Konut).

Kapolres Konawe Utara, AKBP Achmad Fathul Ulum mengatakan, PT Naga Bara Perkasa belum mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), hingga tak memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi dari pemerintah. Makanya, Direktur PT NBP beserta beberapa anggotanya ditangkap.

“Sekarang, mereka (Direktur PT NBP dan jajarannya) ditahan di Polsek Asera,” ujar Achmad Fathul Ulum, Minggu (09/02/2020).

Menurutnya, melakukan penambangan nikel tanpa mengantongi izin dari institusi yang berkompeten, merupakan pelanggaran hukum. Makanya harus ditindak tegas.

“Kita akan proses. Yang pasti, perbuatan melanggar hukum seperti ini, tak bisa dibiarkan,” jelasnya.

Selain dua petinggi PT NBP, Polres Konut juga melakukan penahanan terhadap enam orang yang terlibat di lapangan dalam aktivitas penambangan. Mereka adalah kepala produksi, pengawas dan operator alat berat.

“Barang bukti (BB) yang ditahan berupa empat excavator. Saat ini, BB diamankan di Polsek Wiwirano. Termasuk 4 operator dan 2 pengawas,” jelas Kapolres Konut pertama itu.

Achmad Fathul Ulum menambahkan, kasus tersebut berawal saat Polres Konawe Utara menerima surat aduan, adanya aktivitas tambang tanpa izin.

Selanjutnya, pada 22 Januari 2020 lalu, sekira pukul 15.00 WITA, jajaran Polres Konut yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Racmat Zam Zam, menuju ke lokasi dimaksud untuk mengecek.

Hasilnya, ditemukan aktivitas penambangan ore nikel yang dilakukan PT. Naga Bara Perkasa, dengan menggunakan 4 unit exavator di Desa Molore, Kecamatan Langgikima.

“Dari hasil interogasi ke sejumlah karyawan dan petinggi PT NBP, aktivitas penambangan tersebut tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan dari Kementerian Kehutanan, dan tidak memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi dari pemerintah,” tegasnya.

Dikarenakan masih dalam proses penyidikan, Direktur PT Naga Bara Perkasa (PT. NBP), Tuta Nafisa maupun jajarannya belum bisa dimintai keterangannya soal itu.

Sumber: Kendari Pos