MEDIA CENTER Galeri Foto DPP APNI Lakukan Audiensi Dengan Wantimpres

DPP APNI Lakukan Audiensi Dengan Wantimpres

, Estimasi Baca : 2 minutes
37
DPP APNI AUDIENSI DENGAN WATIMPRES (13/09/2019) - Dok APNI

Jakarta – Pada hari ini (Jumat, 13/9) DPP APNI melakukan audiensi dengan Watimpres terkait dengan regulasi pemerintah yang berhubungan dengan pelaku usaha nikel.

Pada kesempatan tersebut APNI diterima oleh Watimpres diantaranya adalah Bapak Agum Gumelar, Prof Sidharta Sidarto Danusubroto dan Ibu Sri Adiningsih.

Hasil dari pertemuan tersebut oleh Watimpres akan ditindaklanjuti dengan menghadirkan pihak-pihak terkait diantaranya Kementrian ESDM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementeriat Perindustrian.

Diajak diskusi oleh Pak Jenderal Agum Gumelar dikantornya, tentu suatu kebanggaan, disamping APNI juga dapat ilmu baru, pengalaman baru, bahkan istilah baru “NASTIM” bukan TIMNAS yang lagi terpuruk setelah kalah dikandang lawan Malaysia dan Thailand.

Beliau sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tugasnya memberikan NASTIM kepada Presiden, NASTIM adalah singkatan dari NASihat dan perTIMbangan, jadi tugas Wantimpres itu memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan Pemerintahan Negara.

Jadi ketika kita diajak diskusi oleh Pak Agum Gumelar itu artinya kita sedang memberikan masukan kepada Presiden, semoga apa yang telah didiskusikan menjadi amal jariyah sebagai praktisi untuk kebaikan Bangsa Indonesia dalam mengelola kekayaan alamnya untuk sebesar-besar kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, APNI juga menyampaikan saran bahwa perlu juga masukan dari pihak lain, dan harus dibangun kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dengan semangat MERAH PUTIH, agar NASTIM yang nanti akan disampaikan kepada RI 01 lebih konprehensif dan dilihat dari segala aspek baik Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan tentunya Kementerian Keuangan.

Kita harus mulai membiasakan diri untuk berfikir dan mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia sebagai daya ungkit pembangunan melalui industrialisasi berbasis kekayaan alam yang kita miliki untuk membangun peradaban yang lebih maju, yang berdampak pada kesejahteraan rakyat dan menyiapkan masa depan yang lebih baik demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.