NEWS INTERNATIONAL Filipina Lockdown, Harga Nikel di Shanghai Melambung

Filipina Lockdown, Harga Nikel di Shanghai Melambung

, Estimasi Baca : < 1 minute
67
Produk olahan Nikel/Kolase APNI

APNI, Jakarta – Nikel, timbal dan seng Shanghai membukukan kenaikan kuat, Kamis, setelah menembus level tertinggi multi-bulan semalam, karena permintaan di konsumen terbesar, China, mengalami peningkatan dan investor khawatir tentang gangguan pada pemasok di luar negeri.

Harga nikel ditutup melambung 2,6% di Shanghai setelah melonjak 5% dalam perdagangan malam ke level tertinggi sejak 19 November, menyusul keputusan Filipina–produsen terbesar komoditas itu–menerapkan kembali langkah penguncian di beberapa bagian dan bersiap untuk awal musim hujan.

Dante Bravo, Presiden Asosiasi Industri Nikel Filipina dan CEO Global Ferronickel Holdings Inc, produsen bijih nikel terbesar kedua di negara itu, Kamis, mengatakan bahwa wilayah utama pertambangan nikel, Caraga, tidak berada di bawah penguncian yang ketat.

Faktor utama di balik lonjakan harga adalah hujan lebat di Filipina, kata pembeli bijih nikel asal China, menambahkan bahwa ini akan mengganggu pengiriman. Musim hujan biasanya berlangsung dari kuartal ketiga hingga kuartal pertama tahun berikutnya.

Kontrak nikel Oktober yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange ditutup pada posisi 114.450 yuan (USD16.483,04) per ton, setelah menyentuh 117.220 yuan semalam, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Kamis (6/8/2020).

Sementara itu, harga nikel di London Metal Exchange turun tipis 0,2% menjadi USD14.395 per ton pada pukul 14.05 WIB, setelah menembus level tertinggi sejak November pada sesi Rabu.

Pasokan seng dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas penambangan di Peru. Seng ditutup melejit 2,5% di bursa Shanghai setelah membukukan tingkat tertinggi sejak 1 Juli 2019 semalam. Sedangkan timbal ditutup naik 4% di level tertinggi sejak 9 Oktober.
Tembaga LME turun 0,4% menjadi USD6.471,50 per ton, sementara tembaga ShFE berakhir datar di 51.400 yuan per ton.

Tambang tembaga terbesar di Cile meningkatkan produksi pada periode Juni bahkan saat wabah virus korona menghantam negara tersebut.

Stok tembaga LME tercatat 122.450 ton, ini merupakan level terendah sejak pertengahan Januari dan anjlok lebih dari 50% sejak Mei.

Sumber: IPOTNEWS