Kabar Nikel Gubernur Ali Mazi: Sebanyak 11.227 Pekerja Lokal Yang Bekerja di Kawasan Industri...

Gubernur Ali Mazi: Sebanyak 11.227 Pekerja Lokal Yang Bekerja di Kawasan Industri Morosi

, Estimasi Baca : 2 minutes
8
Suasana pekerja di pintu masuk smelter PT. Virtue Dragon Nickel INdustri (VDNI)/butonrayanews.co.id

APNI, Jakarta – Kawasan industri Morosi yang berada di Kabupaten Konawe ini saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga peluang adanya lapangan kerja baru yang dapat menampung hingga puluhan ribu tenaga kerja lokal sangat terbuka.

Untuk saat ini saja kata Gubernur Ali Mazi beberapa waktu lalu menyampaikan, sebanyak 11.227 orang tenaga kerja lokal yang telah bekerja di kawasan industri itu. Dari jumlah tersebut, 92 persen merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara (Sultra), dan 8 persen dari luar Sultra atau TKA.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tenggara, Saemu Alwi mengatakan keberadaan PT. Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) yang membangun pabrik pemurnian nikel atau smelter di Kecamatan Morosi telah menyerap belasan ribu tenaga kerja lokal Sultra.

Tak hanya itu kata Saemu Alwi, keberadaan PT VDNI dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di kawasan industri di Kabupaten Konawe tersebut juga turut menciptakan transfer teknologi dari Tenaga Kerja Asing atau TKA kepada para pekerja lokal Sultra.

Transfer teknologi tersebut lanjut Saemu, sangat berdampak positif terhadap kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia lokal yang bekerja di perusahaan tersebut.

Saemu Alwi menggambarkan di kawasan industri PT VDNI ada TKA ahli teknologi yang bekerja dimana setiap TKA ahli teknologi ini didampingi oleh tenaga kerja Indonesia. Sehingga pada saatnya nanti pekerjaan-pekerjaan itu bisa dilimpahkan pada pekerja Indonesia.

“Tidak hanya itu, PT VDNI juga melanjutkan studi para pekerja lokal kita ke negeri China untuk jenis jabatan pekerjaan tertentu. Sebelum ada industri ini kan tidak ada serapan pekerja sampai 11 ribu. Dan kalau kita bicara tentang serapan yang ada sekarang pasti besar lah manfaatnya,” turur Alwi belum lama ini.

Menurut Alwi, perusahaan telah memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku. Pihaknya sudah menerima surat dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja per tanggal 7 April 2020. Surat tersebut menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) untuk bekerja di Konawe.

“Intinya adalah menyampaikan ke pemerintah daerah Sulawesi Tenggara bahwa Kementerian Ketenagakerjaan itu telah mengeluarkan RPTKA untuk kedatangan kurang lebih 500 TKA itu. Dengan rincian itu 200 itu untuk VDNI dan 300 untuk OSS. Itu surat kami sudah terima,” jelasnya.

Sumber: butonrayanews.co.id