Kabar Nikel Harga Komoditas Pekan Ini Diprediksi Bervariasi

Harga Komoditas Pekan Ini Diprediksi Bervariasi

, Estimasi Baca : < 1 minute
27
Ilustrasi tambang nikel/Istimewa

APNI, Jakarta – Harga komoditas pekan ini seperti minyak WTI, nikel, emas dan minyak sawit (crude palm oil/CPO) diprediksi akan bergerak mixed.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo dalam laporan komoditas mingguannya memprediksi bahwa harga minyak WTI akan diperdagangkan mixed, mengingat kurangnya katalis positif.

Sementara itu, harga batubara global akan menarik minggu ini, mengingat perkiraan yang lebih tinggi untuk produksi crude steel Jepang bulan Agustus.

“Sebagai catatan, produksi crude steel Jepang memiliki korelasi yang kuat dengan impor hard coking coal Jepang,” tulis Andy dalam laporannya, Selasa (15/9/2020).

Sementara itu harga nikel global akan diperdagangkan mixed, mengingat katalis dua sisi. Upside risk harga nikel global akan muncul dari pertumbuhan produksi industri yang lebih tinggi di China untuk bulan Agustus 2020.

Sementara downside risk akan datang dari perkiraan yang lebih tinggi untuk inventory nikel LME. Selain itu, Andy memperkirakan harga timah dunia akan diperdagangkan mixed, mengingat kurangnya katalis positif untuk minggu ini.

Harga emas global juga diprediksi akan diperdagangkan mixed, mengingat perkiraan yang mixed untuk daya beli Amerika Serikat (AS). Menurut berita terbaru, TikTok terus maju dengan rencana penjualan operasinya di AS menjelang tenggat waktu pertengahan September 2020.

Sebagai informasi, TikTok telah menjadi pusat negosiasi kesepakatan dan debat politik sejak awal Agustus lalu, ketika Trump mengancam akan melarang aplikasi tersebut dari AS.

Kemudian, Andy mencatat bahwa produksi CPO bulan Agustus Malaysia meningkat menjadi 1,9 juta ton alias tumbuh 3,1% secara bulanan atau tumbuh 2,3% secara tahunan.

Angka Agustus ini di atas perkiraan konsensus yang hanya tumbuh 1,7%. Sementara itu, persediaan CPO bulan Agustus Malaysia relatif datar di 1,7 juta ton.

“Selain itu, kami mencatat bahwa ekspor CPO Malaysia turun menjadi 1,6 juta ton atau turun 11,3% secara bulanan dan turun 8,9% secara tahunan. Secara keseluruhan, kami memperkirakan bahwa harga CPO global akan diperdagangkan mixed, mengingat kurangnya katalis positif,” tutupnya.

Sumber: KONTAN