NEWS INTERNATIONAL Harga Nikel Merosot ke USD11.235 per Ton

Harga Nikel Merosot ke USD11.235 per Ton

, Estimasi Baca : 2 minutes
50
Suasana di The London Metal Exchange/Istimewa

APNI, Jakarta – Tembaga jatuh hampir 8% ke level terendah lebih dari empat tahun di bawah USD4.400 per ton di London, dan mencapai batas penurunan 9% di Shanghai, Kamis, (20/03/2020) karena investor mencairkan posisi logam dasar di seluruh papan di tengah kepanikan atas virus korona.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange merosot sekitar 18% sepanjang pekan ini dan berada di jalur untuk mencatat minggu terburuk sejak Oktober 2008, ketika krisis keuangan global terus berlangsung.

Guy Wolf, Kepala Analis Marex Spectron, menggambarkan situasi itu sebagai “kepanikan massal,” dengan harga yang terus jatuh bahkan ketika perusahaan tambang membatasi pasokan.

“Ini bukan tentang fundamental. Dalam lingkungan seperti ini harga berada di tempat mereka berada karena seseorang menjualnya dan mereka harus menjualnya – mereka tidak menjualnya karena pilihan.” ujar Guy Wolf

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di LME menyusut sebanyaknya 7,9% menjadi USD4.371 per ton, level terendah sejak Januari 2016 sebelum pulih ke posisi USD4.534 per ton pada pukul 13.27 WIB, demikian laporan  Reuters , di Beijing, Kamis (19/3). Kontrak tersebut merosot 7,8% pada sesi Rabu, (19/03/2020).

Kontrak tembaga untuk April di Shanghai Futures Exchange mencapai batas penurunan 9% tak lama setelah dimulainya perdagangan dan berada di posisi 37.520 yuan (USD5.312,79) per ton, level terendah sejak Oktober 2016. Timah paling aktif diperdagangkan di ShFE, kontrak  front-month  aluminium dan seng juga mencapai batas penurunan, menyentuh tingkat terendah 2016.

Tekanan jual mendorong aluminium dan seng LME anjlok masing-masing 4,1% dan 4,5%, ke level terendah sejak 2016, sementara timah merosot 4,2% menjadi USD13.000 per ton, tingkat terendah sejak Juli 2009. Timbal kehilangan sebanyaknya 4,6% dan nikel tergelincir sebanyaknya 2,7% ke level terendah sejak Januari 2019 sebelum berbalik untuk diperdagangkan flat.

Stok tembaga di gudang yang disetujui LME melonjak hampir 30% selama beberapa hari terakhir menjadi 233.150 ton.

MMG Ltd mengatakan tambang tembaga Las Bambas di Peru untuk sementara mengurangi operasi dan transportasi konsentrat akan berkurang signifikan.

Teck Resources untuk sementara menangguhkan aktivitas konstruksi di proyek tembaga Quebrada Blanca Phase 2 di Cile. (ef)

Harga Cash logam dasar LME hingga Kamis, 20/03/2020) pukul 14.42 WIB:
-Tembaga USD4,685
-Aluminium USD1.581
-Seng LME USD1.841
-Timbal USD1.661
-Nikel USD11.235
-Timah USD13.400.

Sumber: IPOTNEWS