Kabar Nikel Hingga Kuartal III, ANTAM Peroleh Laba Bersih Rp561 Miliar

Hingga Kuartal III, ANTAM Peroleh Laba Bersih Rp561 Miliar

, Estimasi Baca : 2 minutes
45
Pabrik Pengolahan Nikel PT ANTAM di Sulawesi Tenggara/Istimewa

APNI, Jakarta – PT Aneka Tambang, Tbk (ANTM) mencatat laba bersih Rp561 miliar per 30 September 2019.

Kinerja tersebut mencerminkan kondisi erarning bofore interest, taxes, depreciation dan amortization (EBITDA) yang tumbuh 5% menjadi Rp2,27 triliun dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,14 triliun.

Sementara untuk penjualan bersih perseroan mencapai Rp24,53 triliun atau tumbuh 23% dari Rp19,9 triliun. Penjualan tersebut mendapat dukungan dari komoditas emas yang mencaai Rp17,03 triliun atau sebesar 69% dari penjualan bersih perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan ini.

Sedangkan untuk volume produksi feronikel pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai 19.052 ton nikel dalam feronikel (TNi). Penjualan feronikel juga naik 3% menjadi 19.703 TNi dari sebelumnya 19.149 TNii.

Jadi nilai penjaualan keduanya mencapai Rp3,6 triliun atau 15% dari total penjualan perseroan.

Komoditas emas berasal dari produksi tambang Pngkor dan Cibaliung mencapai 1,485 kg atau 47.743 oz. Tingkat volume penjualan emas sebsar 26.712 troy oz, yang tumbuh sebesar 19% dari 22.388 kg atau 719.790 troy oz.

Peningkatan penjualan ini seiring dengan meningkatnya utilitas pengolahan pabrik pemurnian serta pengembangan pasar emas baik domestik atau ekspor.

Pada RUSPT bulan November 2017, sebanyak 4.841.053.951 saham Seri B milik PT Timah Tbk, atau 65%, dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Timah Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

PT Inalum pada bulan November 2017 tersebut menjadi holding BUMN sektor pertambangan menaungi PT Antam Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). Tujuannya untuk memperkuat posisi perusahaan dalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi cadangan mineral.

Dengan demikian terjadi sinergi untuk bersama-sama menjalankan strategi investasi, eksplorasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan dan penelitian.

Saat ini, PT Antam menjadi anak usaha dengan induk PT Inalum. Langkah ini berdasarkan hasil RUSPT bulan November 2017, sebanyak 4.841.053.951 saham Seri B milik PT Timah Tbk, atau 65%, dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Timah Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

PT Inalum pada bulan November 2017 tersebut menjadi holding BUMN sektor pertambangan menaungi PT Antam Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). Tujuannya untuk memperkuat posisi perusahaan dalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi cadangan mineral.

Dengan demikian terjadi sinergi untuk bersama-sama menjalankan strategi investasi, eksplorasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan dan penelitian.

Sumber: Inilahcom