NEWS NASIONAL Hunian Sementara Korban Banjir di Konawe Utara Terendam Banjir Lumpur Tambang

Hunian Sementara Korban Banjir di Konawe Utara Terendam Banjir Lumpur Tambang

, Estimasi Baca : < 1 minute
65
Banjir di hunian sementara korban banjir, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara/Detikcom

APNI, Jakarta – Sungguh malang nasib ratusan warga Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Hujan deras beberapa jam, mengakibatkan banjir lumpur di rumah hunian sementara yang disediakan pemerintah.

Udin, salah seorang warga mengatakan banjir pertama kali terjadi di daerah tersebut. Warga pun menduga jika ini akibat aktivitas pertambangan di atas pegunungan.

“Dari perusahaan, karena yang tidak ada ore nikelnya tanahnya dipisahkan to. Mungkin menumpuk pas datang hujan langsung turun ke kami dampaknya,” katanya

Ia pun menyayangkan adanya aktivitas pertambangan yang tidak memperhatikan dampak terhadap warga. Apalagi ratusan warga ini merupakan korban banjir bandang yang terjadi pada Juni 2019 lalu.

“Kami ditempatkan pemerintah untuk sementara di sini, jadi rumah hunian sementara. Tidak pernah terjadi banjir di daerah ini, baru kali ini,” ujarnya.

Laserung, salah seorang warga lainnya mengatakan bahwa banjir lumpur yang masuk ke dalam rumahnya akibat dari hujan deras.

“Awalnya rintik-rintik, kemudian hujan deras sekitar empat jam langsung banjir. Airnya dari gunung,” terangnya, Kamis (27/2/2020).

Sejak semalam, warga kebanjiran dan baru bisa mulai membersihkan rumah pada dini hari tadi.

Dikatakannya pula, jika hanya sebagian harta benda yang bisa diselamatkan, selebihnya warga pasrah barangnya dibawa hanyut.

“Ini sisa barang kami yang kami bawa waktu banjir di Puusuli, tapi ini dibawa hanyut lagi jadi tinggal sedikit barang kami,” tukasnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah setempat untuk segera dibuatkan tempat tinggal yang tidak berdampak banjir lagi.

“Harapan kami, mudah-mudahan ada rumah yang bisa kami tinggal menetap,” harapnya.

Ratusan warga ini merupakan korban banjir bandang pada Juni 2019 lalu. Pemerintah kemudian menempatkan warga pada hunian sementara di Desa Puusuli sambil menunggu dibangunkan rumah.

Sumber: DETIK.COM