NEWS INTERNATIONAL Industri di China Mulai Bergeliat, Logam Dasar Shanghai Meroket

Industri di China Mulai Bergeliat, Logam Dasar Shanghai Meroket

, Estimasi Baca : < 1 minute
77
Ilustrasi Smelter/Istimewa

APNI, Jakarta – Sejumlah logam dasar di bursa Shanghai naik tajam, Kamis pagi, dan mencapai level tertinggi multi-bulan, karena permintaan di konsumen terbesar, China, mencatatkan penguatan dan investor mengkhawatirkan pasokan yang terpukul virus korona.

Nikel melonjak sebanyaknya 5% di perdagangan malam Shanghai ke level tertinggi sejak 19 November, setelah Filipina, produsen utama komoditas tersebut, memberlakukan kembali penguncian di sejumlah bagian di negara itu.

Sementara seng – yang pasokan terpukul oleh pembatasan penambangan di Peru – melonjak 3,5% ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Timbal Shanghai adalah big gainer lainnya, melesat 2% ke level tertinggi sejak 23 Oktober.

Kontrak nikel Oktober yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange naik 2,7% menjadi 114.570 yuan (USD16.508,88) per ton pada pukul 08.38 WIB, setelah menyentuh 117.220 yuan semalam, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Kamis (6/8).
Sementara, nikel di London Metal Exchange datar di posisi USD14.420 per ton, setelah ditutup menguat 0,2% di sesi sebelumnya.

Seng ShFE melonjak 2,1% setelah mencapai 19.550 yuan per ton semalam, tingkat tertinggi sejak 1 Juli 2019, sementara timbal melejit 1,5% jadi 16.070 yuan.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di LME datar di USD6.495 per ton, setelah ditutup naik 0,6% pada sesi Rabu. Tembaga ShFE naik 0,3% menjadi 51.560 yuan per ton.

Tambang tembaga terbesar di Cile meningkatkan produksi pada Juni, menurut statistik pemerintah, bahkan saat wabah virus korona menyerang.

Stok tembaga di gudang LME tercatat 122.450 ton, ini merupakan level terendah sejak pertengahan Januari dan menyusut lebih dari 50% sejak Mei.

Sumber: IPOTNEWS