KEBIJAKAN PEMERINTAH Kemenko Marves: 500 TKA China Untuk Percepat Pembangunan Smelter

Kemenko Marves: 500 TKA China Untuk Percepat Pembangunan Smelter

, Estimasi Baca : 2 minutes
10
Ilustrasi TKA Asal China/Istimewa

APNI, Jakarta – Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) buka suara terkait isu Tenaga Kerja Asing (TKA) bakal menggeser pekerja lokal di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menurut mereka, para TKA itu hadir untuk periode waktu yang terbatas.

Mereka menyampaikan, kehadiran TKA China yang berjumlah 500 orang pada akhir Juni atau awal Juli itu akan bekerja untuk mempercepat pembangunan Smelter Nikel dengan teknologi Rotary Kiln Electro Furnace (RKEF).

“Mereka bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing. Pada saat operasi, mayoritas tenaga kerja berasal dari lokal,” kata juru bicara Kemenkomarves Jodi Mahardi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5).

Menurut Jodi teknologi RKEF memiliki standar lingkungan yang baik untuk mengolah nikel. Sementara itu, para TKA yang telah menguasai proses pembangunan teknologi RKEF ini bisa membangun smelter tersebut dengan cepat.

Teknologi RKEF juga mampu menghasilkan nikel dengan harga yang bersaing di pasar dunia. Terlebih, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia saat ini.

“Teknologi ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional,” kata Jodi.

Selain itu, Kemenkomarves juga menjamin bahwa TKA ini bersifat sementara. Mereka mencontohkan dominasi tenaga kerja lokal di beberapa pusat pengolahan Nikel baik di Morowali maupun di Weda Bay.

“Jumlah tenaga kerja lokal saat ini adalah 39.500 sementara yang TKA ada 5.500. Jadi jumlah TKA kira-kira 12% dari total pekerja, jika proses pembangunan smelter yang baru sudah selesai, jumlahnya akan turun. Sementara di Weda Bay saat ini sebagian besar masih dalam fase konstruksi, jumlah tenaga kerja adalah 8.900 orang, dengan tenaga kerja lokal sebesar 7.700 dan TKA 1.200,” kata Jodi.

Begitu pula di kawasan Industri Virtue Dragon di Konawe, jumlah tenaga kerja keseluruhan adalah 11.790 orang. Pekerja lokal mendominasi dengan jumlah 11.084 orang dibanding dengan 706 TKA.

“Jadi TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal, tapi justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, karena ketika sudah mulai beroperasi, tenaga kerja lokal akan mayoritas,” tutup Jodi.

Sumber: kumparan.com