Kabar Nikel Larangan Ekspor Bijih Nikel Berdampak Turunnya Penerimaan Bea Ekspor Secara Signifikan

Larangan Ekspor Bijih Nikel Berdampak Turunnya Penerimaan Bea Ekspor Secara Signifikan

, Estimasi Baca : < 1 minute
32
(Gambar: CNBC Indonesia)

APNI, Jakarta – Berdasarkan komponen penerimaan negara yang terdiri dari bea masuk dan bea keluar, pada awal tahun 2020 masih dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal. Dus, penerimaan sampai akhir April 2020 belum bisa moncer.

Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan kinerja bea masuk sebesar Rp 11,48 triliun, kontraksi 2,64% year on year (yoy). Sementara bea keluar hanya mencapai Rp 950 miliar, minus 34,97% secara tahunan.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan faktor eksternal dimaksud antara lain, terus melemahnya permintaan global, hingga meluasnya efek dari fenomena Covid-19.

“Dari faktor internal, kebijakan pembatasan hingga pelarangan ekspor nikel yang diterapkan sejak akhir tahun 2019 berdampak pada penurunan penerimaan bea keluar,” kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Mei, Rabu (20/5).

Kinerja penerimaan bea masuk terus mengalami tekanan sejak awal tahun, hal ini terlihat dari aktivitas impor barang yang melambat cukup tajam hingga 18,58% yoy. Alhasil, penerimaan bea masuk pun mengalami pertumbuhan negatif sebesar 2,64% secara tahunan.

Sumber: kontan.co.id