MEDIA CENTER INTERNATIONAL Luhut: Dari Informasi Intelijen, Ekspor Nikel RI Penuh Manipulasi

Luhut: Dari Informasi Intelijen, Ekspor Nikel RI Penuh Manipulasi

, Estimasi Baca : 2 minutes
211

APNI, Jakarta – Pemerintah lewat Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memutuskan menghentikan sementara ekspor nikel selama kurang lebih 2 pekan. Ini karena ada manipulasi data ekspor nikel yang terjadi.

Luhut mengatakan, data sebenarnya, telah terjadi lonjakan ekspor nikel hingga dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Ini terjadi, karena mulai 1 Januari 2020, Indonesia akan menyetop ekspor nikel mentah.

“Ada informasi atau intelijen telah terjadi penyimpangan terhadap ekspor nikel ore (bijh). Itu ada satu kadarnya di atas 1,7, yang kedua dilakukan secara melanggar dari kuota yang didapat, yang ketiga dilakukan bukan orang yang punya smelter. Keempat mungkin smelternya kemajuannya tidak sesuai apa yang dilaporkan,” ungkap Luhut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Berdasarkan laporan inilah Luhut memutuskan melakukan evaluasi dan menghentikan sementara ekspor nikel. Laporan ekspor nikel di Indonesia dan nikel asal Indonesia yang diterima oleh China tidak sama. Perbedaannya hampir dua kali lipat.

“Jadi berarti terjadi manipulasi dalam jumlah dan dari kadar nikelnya. Jadi negara harus hadir dalam begini. Tadi dalam rapat disampaikan tidak boleh kita melakukan itu angkanya besar sekali,” tegas Luhut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), ujar Luhut, telah meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilibatkan dalam pencegahan dan penindakan atas pelanggaran membludaknya ekspor nikel mentah tersebut.

Kemudian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini juga melakukan penelitian ke sejumlah tambang yang mendapatkan izin ekspor karena berkomitmen membangun smelter.

“Akan diperiksa benar nggak kemajuan semelternya sesuai laporan yang diberikan, dan benar nggak dia ekspor kadar yang di bawah 1,7. Nah KPK akan terlibat di sini. Jadi bisa terjadi nanti kalau ditemukan kesalahan akan ada yang ditindak,” kata Luhut.

Langkah pemerintah ini, ujar Luhut, membuktikan komitmen kuat dan konsisten untuk menghentikan ekspor nikel mentah. Sehingga investor yang akan membangun smelter nikel di Indonesia percaya diri dan memperoleh kepastian.

“Kalau sekarang itu dia dapat 97% diekspor ke China ngapain dia investasi di Indonesia, ya kan,” ujar Luhut.

Sumber: CNBC Indonesia