Kabar Nikel Mengulik Teknologi Hilirisasi Nikel Di Indonesia

Mengulik Teknologi Hilirisasi Nikel Di Indonesia

, Estimasi Baca : 2 minutes
21
Ilustrasi peleburan nikel/Istimewa

APNI, Jakarta – Berdasarkan U.S. Geological Survey 2020, Indonesia berhasil menempati posisi pertama sebagai negara yang terkaya dengan cadangan bijih nikel di dunia dengan jumlah 21.000.000 ton atau sekitar 24% dari total cadangan bijih nikel di dunia.

Banyaknya sumber daya nikel membuat pemerintah fokus untuk melakukan hilirisasi di dalam negeri. Hilirisasi bijih nikel di Indonesia saat ini berupa:

1. Hilirisasi Nikel dalam Ferronickel (FeNi) dan Nickel Pig Iron (NPI)

Hilirisasi nikel yang dilakukan melalui teknologi pirometalurgi (peleburan) dengan menggunakan bijih nikel berkadar tinggi (saprolit) untuk memproduksi ferronickel (FeNi) dan  nickel pig iron (NPI) yang kemudian akan diolah menjadi baja tahan karat (stainless steel). Proses hilirisasi ini merupakan proses yang paling umum dilakukan di Indonesia. Perusahaan yang menggunakan teknologi ini adalah PT. Antam Pomalaa, PT. IMIP, PT. Virtue Dragon Nickel, dan PT. Surya Megah Pertiwi.

2. Hilirisasi Nikel dalam Nickel Matte

Proses hilirisasi nikel yang kedua ini hampir sama dengan proses pertama, dilakukan melalui teknologi pirometalurgi (peleburan) dengan menggunakan bijih nikel berkadar tinggi (saprolit) untuk menghasilkan nickel matte (nikel sulfida) yang dapat digunakan untuk menghasilkan logam nikel murni, baja tahan karat (stainless steel), dan senyawa nikel sulfat (bahan baku manufaktur nickel-based ion lithium battery), contoh perusahaan yang melakukannya adalah PT. Vale Indonesia.

3. Hilirisasi Nikel dalam Senyawa Nickel Sulfat

Hilirisasi dengan teknologi hidrometalurgi (pelindian) menggunakan bijih nikel berkadar rendah (limonit). Namun, untuk proses hilirisasi ini masih dalam persiapan. Produk yang akan dihasilkan berupa logam nikel murni dan senyawa nikel sulfat (bahan baku manufaktur nickel-based ion lithium battery).

Di samping itu, juga dapat menghasilkan logam kobalt murni dan senyawa kobalt sulfat (bahan baku manufaktur nickel-based ion lithium battery).

Perusahaan yang berencana akan melakukannya adalah PT. IMIP dan PT. Vale Indonesia.

Nikel dapat digunakan pada berbagai industri, mulai dari konstruksi, kimia, manufaktur alat dapur, manufaktur baterai, bidang otomotif, hingga bidang keuangan.

Semakin banyak hilirisasi nikel di Indonesia diharapkan dapat memberikan kesejahteraan langsung kepada masyarakat Indonesia dengan menjadi negara yang bisa mengekspor produk bangsa berupa baja tahan karat (stainless steel), baterai litium basis nikel, logam nikel, senyawa kimia nikel, dan produk-produk nikel lainnya.

Saat ini hilirisasi yang sudah operasional hanya mampu mengolah bijih nikel kadar tinggi, sehingga bijih nikel kadar rendah yang ikut tereksplorasi hanya menjadi tumpukan tanah yang mengancam kelestarian lingkungan. Sebab, tumpukan bijih nikel sisa tambang tersebut tidak mungkin akan tetap bertahan kandungan nikelnya hingga beberapa tahun mendatang sampai dengan beroperasinya smelter berteknologi hydrometalurgi yang mampu mengolahnya menjadi produk kebanggaan Indonesia berupa bahan baku baterai untuk mobil listrik. (Admin)

Sumber: duniatambang.co.id