KEBIJAKAN PEMERINTAH Menteri Agus: Restart Industri Lebih Susah Dibanding Ritel

Menteri Agus: Restart Industri Lebih Susah Dibanding Ritel

, Estimasi Baca : < 1 minute
Proyek Smelter Mangkrak di Papua/koran.tempo.co

APNI, Jakarta – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, menghidupkan kembali alias restart industri pasca Corona alias Covid-19 tidak mudah dan butuh waktu.

“Lebih susah dibandingkan restart ritel dan toko pasca Covid-19,” ujar Agus saat membuka Bimtek Aparatur Industri secara online, Selasa (19/5).

Menurut dia, China yang saat ini sudah mulai membuka industrinya pasca Covid-19 juga mengakui jika restart industri manufaktur sangat susah dan membutuhkan waktu.

Karena itu, pihaknya menjaga agar industri dalam negeri tidak tutup dengan mengeluarkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) selama pandemi Covid-19. Namun, dalam operasinya mereka harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Politisi Golkar ini, sektor industri penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB). Pada kuartal I-2020, angkanya mencapai 19 persen. “Meskipun indeks PMI manufaktur turun ke 27, namun masih jadi penyumbang terbesar PDB,” tuturnya.

Dia menargetkan, tiga bulan pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut, Indeks PMI akan kembali ke 50. “Kita akan bekerja keras,” ujarnya.

Kementerian Perindustrian, kata dia, akan fokus membangkitkan industri kesehatan. Selain itu, industri yang potensinya pasarnya besar di Indonesia. “Ekspor juga kami dorong. Karena penting,” ujarnya.

Kemudian, industri hilirisasi. Misalnya industri pengolahan nikel. Saat ini, Morowali menjadi eksportir terbesar stainless steel terbesar di dunia. “Ini akan kami dorong,” katanya.

Terakhir, Agus meminta, kepada para Pemda untuk membina industri di daerahnya masing-masing. “Pabrik akan membutuhkan waktu untuk bisa normal kembali,” pungkasnya.

Sumber: Rakyat Merdeka