Kabar Nikel Pengamat: Jangan Sampai Kita Punya Nikel Tapi Tidak Bisa Menentukan Harga

Pengamat: Jangan Sampai Kita Punya Nikel Tapi Tidak Bisa Menentukan Harga

, Estimasi Baca : < 1 minute
12
Ilustrasi: Aktifitas penambangan nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk terlihat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan/JIBI/bisnis.com

APNI, Jakarta – Pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk oleh holding BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang kini bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) diharapkan menjadi langkah besar untuk BUMN menjadi pemain tunggal dalam industri mobil listrik.

Pengamat mineral dan batubara (Minerba), Ferdinandus Hasiman mengatakan Indonesia punya potensi besar untuk menguasai industri transportasi mobil listrik di masa mendatang. Pasalnya, di tengah pesatnya pengembangan mobil listrik, Indonesia menjadi salah satu negara pemasok nikel terbesar di dunia.

“Artinya ini kesempatan yang bagus. Dengan pengembangan mobil listrik ke depan, kita berharap agar BUMN menjadi pelopor, bukan menjadi pemain yang dikalahkan perusahaan asing atau perusahaan swasta. tapi kita harapkan harus mampu untuk menjadi pemain yang bisa bersaing di pasar global,” kata Ferdinand, Minggu (21/06/2020).

Ferdinand menyayangkan banyak perusahaan BUMN yang tidak dikembangkan dengan baik sehingga tidak memiliki cukup kekuatan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan internasional. Namun, dengan cadangan nikel yang cukup, dia berharap industri nikel dapat bertahan dan bersaing di pasar global.

“Jangan sampai kita punya nikel tapi tidak bisa menentukan harga, seperti yang terjadi di timah. kita punya banyak timah, tapi Indonesia tidak bisa menentukan harga,” ujarnya.

Ferdinand juga menekankan salah satu faktor penentu agar Indonesia dapat memajukan industri nikel adalah dengan memperhatikan transparansi perusahaan pengelolanya. Hal tersebut menjadi tugas penting Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir untuk memberantas mafia-mafia BUMN yang menghalangi kesuksesan industri nikel.

“Itu yang paling penting dilakukan oleh menteri BUMN, supaya mobil listrik kita ke depan  harus bisa menjadi salah satu pemain nasional. Saya ingin Inalum dengan Antam itu bisa menjadi pemain besar di industri mobil listrik,” tutur  Ferdinand.

Sumber: tagar.id