Kabar Nikel Pengamat Nilai Bisnis Nikel Paling Menggiurkan

Pengamat Nilai Bisnis Nikel Paling Menggiurkan

, Estimasi Baca : < 1 minute
61
Area Tambang Nikel (Ilustrasi)

APNI, Jakarta – Pengamat Pertambangan Hanifa Sutrisna menilai bisnis paling menggiurkan di dunia ini sebenarnya adalah nikel. Pernyataan itu nampaknya secara tak langsung ingin menampik anggapan, jika selama ini banyak orang mengira melihat bisnis paling menggiurkan ada di batu bara dan emas.

“Selama ini kan orang melihat bisnis paling menggiurkan hanya batubara dan emas. Padahal enggak, bisnis paling menggiurkan di dunia ini adalah nikel,” kata Hanif, Jumat (29/11/2019).

Bahkan, ia mencontohkan, saat Indonesia berencana menyetop ekspor nikel mentah, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) langsung bereaksi tidak menerimanya. Selain itu, AS-China pun sudah lebih dari 1 tahun berkoar-koar akan mengadakan perang dagang. Namun, baginya perang dagang tidak benar-benar terjadi lantaran Amerika Serikat (AS) terdependensi oleh nikel China.

“Apa yang membuat Amerika  Serikat  dan Chinab membuat perang dagang tapi tidak pernah menjadi perang? Karena sejak AS mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan eksploitasi terhadap mineral yang ada di negara mereka, mereka selama ini dipasok dari China,”urai Hanif.

Lebih lanjut Hanif menegaskan pasokan nikel ke AS itu didominasi oleh China. Mungkin hal itulah yang membuat perang dagangn antara kedua negara tersebut masih saja bergulir hingga kini.

Sementara itu, lanjutnya, Indonesia sendiri sebenarnya memiliki pasokan nikel yang sangat besar. Meskipun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat cadangan terbukti untuk komoditas nikel nasional sebesar 698 juta ton, tetapi nyatanya terdapat cadangan nikel lain yang masih belum diekspos untuk umum.

Terlebih nikel sendiri memiliki kegunaan yang sangat banyak, baik untuk kehidupan sehari-hari seperti sendok makan dan mobil listrik, maupun untuk pertahanan negara.

Adapun untuk keperluan pertahanan negara biasanya digunakan untuk membuat drown kendali, pengendali radar, dan pesawat ulang-alik.

Namun, diakuinya, stainless steel kategori 300-500 yang digunakan untuk persenjataan dari Indonesia perlu ditumbuhkan. Hal ini untuk semakin memperkuat peralatan tempur kita.

“Pesawat tempur F-5 aja, stock dari produksi nikel atau kalau nikel itu dieksploitasi, udah semua peswaat itu akan dikuasai. Begitu kuatnya pengaruh nikel terhadap pertahanan suatu negara,” pungkasnya.

Sumber: akurat.co