Kabar Nikel Permen ESDM No 11/2020 Mulai Berlaku, Transaksi Nikel Harus Mengacu HPM

Permen ESDM No 11/2020 Mulai Berlaku, Transaksi Nikel Harus Mengacu HPM

, Estimasi Baca : < 1 minute
Ilustrasi pertambangan nikel/Reuters

APNI, Jakarta – Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2020 mengenai tata niaga dan harga nikel domestik telah ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 13 April 2020 dan diundangkan pada 14 April 2020. Permen ESDM No.11/2020 merupakan perubahan ketiga dari Permen ESDM Nomor 07 Tahun 2017 tentang tata cara penetapan harga patokan penjualan mineral logam dan batubara.

Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2020 diberlakukan setelah 30 hari sejak diundangkan yang artinya mulai berlaku dan diimplementasikan pada 14 Mei 2020 yang lalu. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan bahwa dengan mulai berlakunya Permen ESDM tersebut, pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke stakeholders terkait, seperti kepada penambang nikel yang tergabung dalam Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan perusahaan smelter dalam Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I).

Sebagai informasi, beleid tersebut dibuat agar terciptanya keadilan bagi penambang nikel dan pengusaha smelter terkait dengan harga nikel agar tidak merugikan salah satu pihak. Untuk itu, dalam beleid tersebut diatur pula tentang Harga Patokan Mineral (HPM) yang mempertimbangkan mekanisme pasar internasional, peningkatan nilai tambah dan pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik. Setelah berlakunya beleid tersebut, maka transaksi jual beli nikel harus mengacu pada HPM. HPM menjadi patokan harga terendah bagi nikel. Namun, jika transaksi dibawah HPM, maka dapat dilakukan dengan selisih tidak lebih dari 3%.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey mengatakan bahwa Permen ESDM No.11/2020 merupakan kepastian payung hukum bagi penambang nikel yang diharapkan dalam implementasinya dapat berdampak positif bagi transaksi jual beli nikel agar tidak merugikan penambang maupun pengusaha smelter. Pihaknya pun berharap agar kedepannya Permen ini dapat diimplementasikan dengan baik.

Sumber: duniatambang.co.id