NEWS NASIONAL PT Ceria Nugraha Dapat Apresiasi dari DPRD Kolaka

PT Ceria Nugraha Dapat Apresiasi dari DPRD Kolaka

, Estimasi Baca : 2 minutes
151
Site Area PT Ceria Nugraha Indotama (CNI)/Istimewa

APNI, Jakarta – Progress maraton pembangunan pabrik smelter serta pabrik HPAL (High Pressure Acid Leaching) dipresentasekan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) mendapat apresiasi dan acungan jempol dari DPRD Kabupaten Kolaka. Apresiasi ini disampaikan langsung dewan Kolaka saat gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu 21 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPRD Kolaka, dr Hakim Nur Mampa mengatakan, realisasi cepat dua pabrik milik PT Ceria bakal membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Kolaka. Ekonomi masyarakat pun bisa meningkat seiring berjalannya aktifitas bisnis perusahaan tersebut di Bumi Mekongga.

“Kami memberikan apresiasi pada PT Ceria atas pemaparannya dan kita optimis PT Ceria bisa berjalan dengan baik, apalagi akan membangun smelter dan pabrik HPAL (High Pressure Acid Leaching),” ujar mantan petinggi Antam tersebut.

Tak hanya itu saja, komitmen PT Ceria yang turut menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka dalam proses rekrutmen karyawan disaluti dewan Kolaka.

“Yang perlu diingat dalam proses rekrutmen itu adalah dibuat kriteria karyawan ring 1, sebab dari pengalaman banyak calon karyawan yang membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) ring 1,” ujarnya.

General Manager PT CNI, Chandra B. Sumarah mengatakan besarnya kadar mineral bijih terkandung dalam tanah IUP PT CNI menambah optimisme perusahaan dalam target memenuhi pasokan kekurangan nikel dunia. Termasuk pasar yang sedang berkembang untuk kendaraan listrik melalui pembangunan pabrik HPAL sebagai produsen material baterai. Sebagaimana diketahui penggunaan baterai menjadi begitu tinggi seiring produksi kendaraan listrik yang meningkat.

“PT CNI mematuhi peraturan pemerintah dalam rangka mempromosikan pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri. PT CNI sedang dalam perjalan membangun pabrik smelter dan HPAL untuk produksi material baterai.

“Pabrik Pyrometallurgical atau smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang menghasilkan Ferroncikel, kemurnian tinggi dengan kadar 22 persen nikel, juga pabrik Hydrometallurgical; High Pressure Acid Leaching (HPAL) menghasilkan Nickel-Cobalt Mixed Hydroprecipitation (MHP),” jelasnya.

Adapun kendala proses pembangunan pabrik PT CNI loleh Chandra lebih pada masalah hambatan akibat pandemi Corona.

“Pengadaan barang dan jasa dari China sejak akhir tahun 2019 terhambat. Begitu juga kendala perizinan karena terjadi perubahan kebijakan pusat, sehingga batas waktu izin ekspor yang lebih cepat dari yang telah direncanakan perusahaan pada Desember 2021, menyebabkan bank harus melakukan tinjauan ulang atas proposal pendanaan yang telah disampaikan. Kondisi pasar menyebabkan harga besi nikel domestik di bawah harga wajar untuk kadar bijih nikel yang dijual, sehingga mempengaruhi strategi penambangan dan cashflow dalam persiapan equitas perusahaan,” jelas Chandra.

Khusus mengenai rekrutmen tenaga kerja, Chandra menyatakan PT CNI akan memprioritaskan masyarakat pada lingkar kawasan industri atau Ring 1.

“Tenaga kerja dan kontraktor per Oktober 2020, untuk Ring 1 berjumlah 712 orang atau 53,6 persen, ring 2 berjumlah 81 orang atau 6,1persen, ring 3 berjumlah 153 orang atau 11,5 persen, ring 4 berjumlah 266 orang atau 20 persen, serta ring 5 berjumlah 116 orang atau 8,7 persen,” rincinya.

Sumber: sultraberita.id