NEWS NASIONAL Semester I-2020, Antam Catat Laba Bersih Rp84,82 Miliar

Semester I-2020, Antam Catat Laba Bersih Rp84,82 Miliar

, Estimasi Baca : 2 minutes
33
Gedung ANTAM/Istimewa

APNI, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mampu membukukan laba bersih sebesar Rp84,82 miliar di sepanjang semester I-2020. Laba bersih tersebut disumbang dari pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha.

Direktur Niaga Antam Apriliandi Hidayat Setia memaparkan, pertumbuhan laba kotor perusahaan pada semester I-2020 mencapai Rp1,31 triliun. Capaian tersebut terdiri dari pertumbuhan laba kotor kuartal II-2020 sebesar Rp747,23 miliar atau tumbuh 33% dari laba kotor kuartal I-2020 yang sebesar Rp561,82 miliar.

“Sedangkan, capaian laba usaha ANTM pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp451,44 miliar. Terdiri dari laba usaha kuartal II-2020 sebesar Rp313,90 miliar atau tumbuh 128% dari kuartal I-2020 yang sebesar Rp137,54 miliar,” katanya dalam video conference, Kamis (27/8/2020).

Selain itu, pertumbuhan kinerja keuangan juga dinilai positif. Hal tersebut tercermin dari capaian earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada semester I-2020 yang mencapai Rp828 miliar.

Pertumbuhan EBITDA pada kuartal kedua 2020 mencapai Rp794 miliar. Tumbuh signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada kuartal pertama 2020 yang hanya sebesar Rp34 miliar.

Sementara itu, nilai penjualan bersih ANTAM selama semester I-2020 tercatat sebesar Rp9,23 triliun. Emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 69% terhadap total penjualan ANTM dengan nilai penjualan sebesar Rp6,41 triliun.

“Seiring dengan pertumbuhan tingkat permintaan emas di dalam negeri yang positif, pada 2020 perusahaan fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik,” ujarnya.

Apriliandi melanjutkan, pada semester I-2020 segmen operasi logam mulia dan pemurnian mencatatkan laba usaha sebesar Rp495,16 miliar dengan tingkat penjualan emas mencapai 7.915 kilogram (254.505 t.oz).

Capaian laba usaha segmen operasi logam mulia dan pemurnian pada semester pertama, tumbuh sebesar 111% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp234,94 miliar dengan volume penjualan emas sebesar 15.741 kilogram (506.084 t.oz).

“Pertumbuhan tingkat profitabilitas tersebut sejalan dengan pengembangan pasar produk logam mulia ANTM di pasar domestik serta strategi efisiensi biaya operasi yang optimal,” sambungnya.

Sedangkan, dari sisi penjualan lainnya, feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTM dengan kontribusi sebesar Rp2,02 triliun atau 22% dari total penjualan. Volume penjualan feronikel pada semester I-2020 mencapai 13.045 ton nikel dalam feronikel (TNi) relatif stabil jika dibandingkan penjualan feronikel pada semester I-2019 yang mencapai 13.157 TNi.

Adapun, capaian volume produksi feronikel pada semester I-2020 mencapai 12.762 TNi atau 98% dari capaian produksi feronikel semester I-2019 yang sebesar 13.017 TNi. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan, capaian produksi dan penjualan feronikel pada semester I-2020 mencapai masing-masing sekitar 48% dari target.

“Tercatat laba usaha segmen operasi Nikel pada semester I-2020 sebesar Rp333,64 miliar. Pada kuartal II-2020, segmen operasi Nikel mecatatkan laba usaha sebesar Rp263,06 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan laba usaha kuartal sebelumnya Rp70,58 miliar,” tuturnya.

Sumber: alinea.id