Kabar Nikel Semester I 2020 Antam Telah Produksi Bijih Nikel 1,37 Juta Wet Metric...

Semester I 2020 Antam Telah Produksi Bijih Nikel 1,37 Juta Wet Metric Ton

, Estimasi Baca : 2 minutes
43
Smelter PT Antam Tbk di Pomalaa, Sulawesi Tenggara/Liputan6.com

APNI, Jakarta – Emiten pertambangan logam, PT Aneka Tambang Tbk., berhasil membukukan pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan nikel sepanjang kuartal II/2020 kendati dihadapi tantangan bisnis akibat sentimen pandemi Covid-19.

Berdasarkan studi konsultan Wood Mackenzie, capaian biaya tunai produksi ANTM sebesar US$3,33 per pon berada di bawah rata-rata produsen feronikel global di kisaran US$4,85 per pon.

Pada kuartal II/2020, emiten berkode saham ANTM memproduksi feronikel sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi). Realisasi itu naik 2 persen dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun ini sebesar 6.315 TNi.

Dari sisi penjualan, ANTM mencatatkan pertumbuhan kinerja 11 persen daripada apaian penjualan pada kuartal I/2020, menjadi sebesar 6.867 TNi untuk periode April- Juni 2020.

Dari itu, secara kumulatif produksi ANTM untuk komoditas feronikel mencapai 12.762 TNi dan penjualan sebesar 13.045 TNi sepanjang paruh pertama 2020.

Capaian itu setara dengan 48 persen daripada masing-masing target yang sudah ditetapkan perseroan pada awal tahun ini.

Untuk komoditas bijih nikel, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi hingga 18 persen dari 628 ribu wet metric ton (WMT) pada kuartal I/2020, menjadi sebesar 745 ribu WMT.

Sementara itu, perseroan berhasil membukukan penjualan bijih nikel sebesar 168 ribu WMT pada kuartal II/2020, memperbaiki kinerja tiga bulan pertamanya yang gagal membukukan penjualan.

Dengan demikian, sepanjang paruh pertama tahun ini produksi bijih nikel perseroan mencapai 1,37 juta WMT dengan tingkat penjualan mencapai 168 ribu WMT.

Untuk diketahui, bijih nikel itu digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dengan tujuan penjualan kepada pelanggan domestik.

Sekertaris Perusahaan Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko mengatakan bahwa perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global dan tumbuhnya tingkat permintaan nikel.

ANTM mengaku optimistis dapat meningkatkan marjin keuntungan dari bisnis nikel pada 2020.

“Hal tersebut sejalan dengan upaya perseroan untuk meningkatkan daya saing usaha melalui fokus pada upaya penurunan biaya tunai produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal,” ujar Kunto seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Dia menjelaskan, sepanjang paruh pertama ANTM berhasil memiliki biaya tunai produksi feronikel sebesar US$3,33 per pon dan mengukuhkan posisi perseroan sebagai salah satu produsen feronikel global berbiaya rendah.

Perseroan juga akan fokus mempertahankan pasar ekspor nikel, terutama wilayah Asia Timur seperti China dan Korea Selatan, seiring dengan pasar India yang masih menerapkan lockdown. Untuk pasar baru, ANTM tengah menjajaki beberapa pasar potensial, dengan bidikan utama adalah pasar Uni Eropa.

Sumber: BISNIS.COM