Kabar Nikel SMI Siap Tampung Nikel Ore Dari Eksportir

SMI Siap Tampung Nikel Ore Dari Eksportir

, Estimasi Baca : 2 minutes
296
Smelter Nikel Sulewesi Mining Investement (SMI) /TribunNews

APNI, Jakarta – Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa dari kebijakan pemerintah melarang nikel ore, smelter di Morowali, Sulawesi Tengah, sudah siap menampung nikel para eksportir.

CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Alexander Barus, saat berada di kantor BKPM membenarkan pernyataan dari Bahlil terkait kesanggupannya menampung hasil tambang dari eksportir.

“Awalnya saya hanya diundang ke BKPM, saya kira hanya bertemu pak menteri. Tapi SMI siap untuk membeli dan menerima nikel dari eksportir,” ujar Alexander Jakarta, Senin (28/10).

Menurut Alex, apapun yang disampaikan pemerintah akan jadi kebaikan. Kalau sudah jadi kebaikan, siapa lagi yang kita patuhi kalau bukan pemerintah.

Alex menegaskan bahwa smelter yang berada di bawah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang telah siap membeli dan mengolah nikel dari eksportir ialah PT. Sulawesi Mining Investment (SMI), PT. Indonesia Guang Ching Nickel And Stainless Steel Industry serta PT. Tsingshan Steel Indonesia.

Berdasarkan perhitungan Alex, sedikitnya PT SMI membutuhkan 25 juta metriks ton bijih nikel untuk diolah. Nanti setelah diolah oleh PT SMI, akan jadi turunan nikel satu. Turunan nikel satu akan diolah, jadi turunan nikel dua oleh PT. Indonesia Guang Ching Nickel And Stainless Steel Industry. Serta turunan nikel dua diolah oleh PT. Tsingshan Steel Indonesia, proses tersebut disertai penambahan unsur kimia lain.

“Nikel tersebut akan diolah sampai turunan dua sebagai perabotan. Kalau lithium baterai, kami belum tahu,” tambah Alex.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengklaim nikel yang ada di tangan eksportir akan dibeli oleh pihak smelter. Smelter akan membeli dengan harga internasional.

“Nikel untuk ekspor yang sudah ada hingga Desember 2019 akan dibeli oleh smelter. Pembelian nikel ekspor tersebut menggunakan harga internasional, yaitu harga Cina,” ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan rincian perhitungan harga yang dipakai buat membeli nikel para eksportir ialah harga internasional (menggunakan harga Cina) dikurangi pajak dan biaya transipment. Bahlil mengatakan perhitungan itu disetujui para pengusahan nikel.

Sumber: Indonesiainside.id