Kabar Nikel Tahun 2025, Tesla Butuh 275 Ribu Ton Nikel Untuk Baterai Mobilnya

Tahun 2025, Tesla Butuh 275 Ribu Ton Nikel Untuk Baterai Mobilnya

, Estimasi Baca : 2 minutes
129
Baterai mobil listrik Tesla model S/Oleg Alexandrov / CC BY-SA/ Wikimedia Common

APNI, Jakarta – Tesla kabarnya akan membangun pabrik di Batang, Jawa Tengah. Pemilihan Indonesia sebagai lokasi pabrik sangat beralasan, terkait status RI sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia.

Rencana Tesla membangun pabrik di Indonesia sejauh ini masih dalam tahap penjajakan. Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang, komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan milik Elon Musk itu terus berlangsung.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengklaim pernah ditelepon oleh pihak Tesla terkait rencana membangun pabrik di Indonesia.

Untuk diketahui, pabrik yang akan dibangun Tesla di Indonesia bukan perakitan mobil. Melainkan untuk kebutuhan produksi baterai mobil listrik.

Kenapa Tesla tertarik membangun pabrik di Indonesia?

Itu karena Indonesia merupakan negara dengan cadangan Nikel terbesar di dunia. Demikian dikutip dari statista.com. Untuk diketahui, Nikel menjadi bahan utama pembuatan baterai untuk mobil-mobil listrik Tesla.

“Nikel adalah logam dengan kepadatan energi termurah dan tertinggi. Itulah mengapa sebabnya menambah jumlah nikel adalah tujuan kami,” kata Wakil Presiden Divisi Mesin dan Rekayasa Energi Tesla, Drew Baglino, beberapa pekan lalu, dikutip dari stockhead.

Kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik diprediksi meningkat 14 kali lipat pada 2030 dibanding tahun ini. Indonesia diyakini bisa memenuhi mayoritas kebutuhan tersebut dengan cadangan nikel yang tersimpan di dalamnya.

Tesla diprediksi akan memproduksi mobil listrik akan berjumlah 3,8 juta unit pada 2025, malah ada yang menyebut angka 5 juta unit tergantung pada pengembangan pabrik yang mereka lakukan di beberapa negara.

Jika rata-rata mobil Tesla membutuhkan 55 kg nikel (sebagai pembanding Tesla Model S membutuhkan sekitar 75 kg nikel untuk baterainya), maka untuk memenuhi kebutuhan 5 juta produksi mobil listrik di 2025 mereka membutuhkan 275 juta kg (275.000 ton) nikel.

Saat ini Tesla menggunakan sel baterai produksi Panasonic untuk mobil-mobilnya. Panasonic mendapatkannya dari Sumitomo Metal Mining Corp, yang menggalinya dari Filipina.

Selain Indonesia, Filipina juga menjadi negara dengan cadangan Nikel terbesar di dunia. Pun begitu dengan Rusia, Kaledonia baru, Australia, dan Kanada, namun jumlahnya tidak sebanyak di Indonesia.

“Tolong lebih banyak menambang nikel…Tesla akan memberikan kontrak besar untuk periode panjang jika Anda menambang Nikel dengan efisien dan tetap memerhatikan lingkungan,” kata Elon Musk, Juli lalu, dikutip dari Teslarati.

Sumber: oto.detik.com