NEWS INTERNATIONAL Tembaga Jatuh Dari Posisi Tertinggi 2 Tahun; Nikel Turun 2,5% Ke USD14.530...

Tembaga Jatuh Dari Posisi Tertinggi 2 Tahun; Nikel Turun 2,5% Ke USD14.530 per Ton

, Estimasi Baca : 2 minutes
34
Harga Nikel SMM pada Selasa, 22-09-2020/SMM

APNI, Jakarta – Harga tembaga jatuh dari level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, Senin, karena melonjaknya kasus Covid-19, mengancam untuk mengekang aktivitas ekonomi dan permintaan logam.

Sebagian besar harga logam industri melemah seiring dengan minyak mentah dan ekuitas Eropa, yang mencapai posisi terendah tujuh pekan karena meningkatnya tingkat infeksi virus di “Benua Biru” mendorong langkah-langkah penguncian baru di beberapa negara, sementara minimnya stimulus Amerika Serikat juga membebani sentimen.

“Kita menuju musim gugur/musim dingin dan tidak ada tanda-tanda virus korona bakal menghilang dengan penyebaran lebih lanjut di Eropa dan AS. Itu akan menghantam data ekonomi dalam beberapa pekan dan bulan mendatang,” kata Xiao Fu, Kepala Strategi Pasar Bank of China International di London.

“Selain itu, saat kita menuju pemilu AS, kita dapat melihat pasar cukup bergejolak, dan ada juga faktor risiko geopolitik secara global, sehingga dapat berkontribusi pula pada sentimen penghindaran risiko.” lanjut Xiao Fu.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) merosot 1,7% menjadi USD6.700 per ton pada pukul 23.10 WIB, setelah menyentuh level tertinggi sejak Juni 2018 di USD6.877,50 per ton, demikian laporan  Reuters,  di London, Senin (21/9/2020).

Indeks Dolar (Indeks DXY) melonjak, membuat harga logam dalam  greenback  itu lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Harga baja tergelincir di Shanghai Futures Exchange, membebani harga seng dan nikel, yang masing-masing digunakan untuk memproduksi baja galvanis dan baja tahan karat.

Output aluminium primer global turun menjadi 5,485 juta ton pada Agustus dari 5,489 juta ton yang direvisi pada Juli, data menunjukkan.

Logam lainnya di kompleks LME, aluminium turun 0,7% menjadi USD1.779,50 per ton, seng anjlok 3% menjadi USD2.463 per ton, dan timbal merosot 1,2% menjadi USD1.890 per ton.

Nikel menyusut 2,5% menjadi USD14.530 per ton setelah menyentuh USD14.300, level terendah sejak 14 Agustus, sementara timah turun 0,5% menjadi USD18.020 per ton.

Sumber: IPOTNEWS