Kabar Nikel Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel, Menko Marves Minta Bantuan Belanda Untuk Hadapi...

Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel, Menko Marves Minta Bantuan Belanda Untuk Hadapi Gugatan Uni Eropa ke WTO

, Estimasi Baca : < 1 minute
38

APNI, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta bantuan Pemerintah Kerajaan Belanda terkait sengketa internasional yang dihadapi Indonesia. Sengketa itu merupakan gugatan dari Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) terhadap larangan ekpor bijih nikel Indonesia.

“Saya bilang, kalian bantulah kami. Kenapa kami enggak boleh menikmati nilai tambah,” cerita Luhut dalam siaran langsung di akun Instagram@kemenkomarvest , Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Kepada pemerintah Belanda dia mengutarakan keinginan Indonesia untuk menjadi negara maju. Presiden Joko Widodo menginginkan barang komoditas ekspor Indonesia harus memiliki nilai tambah

Salah satunya dengan melakukan pengolahan nikel sebelum di ekspor. Dengan cara ini kata Luhut, Indonesia bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menambah pajak.

“Ekspor kita dari Morowali itu stainless dan karbon steel bisa mencapai USD 12 miliar lebih,” kata Luhut.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan dengan cara peningkatan nilai tambah produk bisa memperkerjakan ribuan orang. Lebih besar dari jumlah tenaga asing yang ada di Indonesia.

Dia meyakinkan hal ini bukan isapan jempol. Tak mau Luhut membohongi masyarakat. “Pemerintah tuh enggak mau bohongin rakyat lah. Reputasi saya nanti taruhannya,” kata Luhut.

Sumber: Merdeka.com