Kabar Nikel Tesla Diarahkan Bangun Pabrik Mobil Listrik di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah

Tesla Diarahkan Bangun Pabrik Mobil Listrik di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah

, Estimasi Baca : 2 minutes
64
Penampakan rangka Tesla Model 3/Nikkei xTech

APNI, Jakarta – Kabar baik datang dari sektor manufaktur. Salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla besutan Elon Musk sedang menjajaki pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Kabar terbaru, Tesla sedang diarahkan oleh pemerintah untuk membangun pabriknya di kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, yang sedang dibangun pemerintah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang membenarkan soal rencana Tesla tersebut, ia bilang nantinya Tesla diarahkan membangun pabrik di Batang. Saat ini proses diskusi antara Tesla dan pemerintah masih berlangsung.

On going discussion, arahnya ke sana (Batang),” kata Agus, Senin (19/10/2020).

Kabar Tesla berminat membangun pabrik baterai di Indonesia sudah santer sejak bulan lalu. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn)Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pernah ditelepon oleh pihak Tesla.

“Sebelum saya mengakhiri sambutan saya, saya ingin sampaikan lagi peminat investasi ke Indonesia banyak, tadi saya baru ditelepon dari Tesla di Amerika mereka juga berminat membangun (pabrik) baterai lithium di Indonesia,” kata Luhut Rabu (9/9/2020).

Menurut Luhut, manajemen Tesla tertarik menanamkan modal lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Manajemen Tesla bahkan bertanya apakah cadangan nikel tanah air mumpuni.

“Saya bilang kau taruh investasinya di sini hari ini cadangannya kita kasih. Jadi kalau kita itu selalu sekarang mengubah dari commodity base menjadi downstreem. Jadi produksi-produksi kita lihat hilirisasi. Itu yang akan mengubah Indonesia menjadi negara yang hebat jadi masuk ke global supply chain,” ujar Luhut.

Upaya pemerintah untuk membawa Tesla membangun pabrik ke Batang memang tak mengherankan. Kawasan ini memang disiapkan untuk relokasi pabrik dari luar dengan insentif sewa lahan gratis selama 10 tahun. Bahkan sebanyak 153 perusahaan asing dan luar sudah antre masuk masuk ke Indonesia termasuk ke Batang.

Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan pembukaan lahan seluas seluas 4.000 hektare milik PTPN IX di Batang. Tahap pertama dibuka seluas 450 hektare, sehingga harapannya Indonesia makin bisa bersaing menyambut investor dengan pelayanan yang baik dan berdaya saing.

“Saya tidak mau lagi, tadi ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Tiongkok keluar, jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia. Jangan kalah dengan negara-negara lain,” kata Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Sumber: CNBC Indonesia