NEWS Galeri Video APNI: Kasih Kesempatan Kami Untuk Membangun, Jangan Cuma Asing

[Video] APNI: Kasih Kesempatan Kami Untuk Membangun, Jangan Cuma Asing

, Estimasi Baca : < 1 minute
66

APNI, Jakarta – Penghentian ekspor nikel yang tidak sesuai dengan PP Nomor 1 tahun 2017 dianggap oleh Penambang Nikel sebagai kebijakan yang tidak adil, sebab seharusnya Ekspor Nikel berakhir Januari 2022, dengan diterbitkannya permen ESDM nomor 11 tahun 2019 menjadi 1 Januari 2020, maju 2 tahun.

Dengan dimajukannya penghentian ekspor nikel, maka para penambang yang saat ini sedang membangun smelter menjadi kehilangan sumber biaya untuk menyelesaikan pembangunan smelternya.

Perubahan kebijakan yang mendadak, dan penambang hanya diberikan waktu 3 bulan sejak terbitnya permen 11/2019 dinilai oleh Penambang sebagai tindakan tidak adil karena akan menghentikan usahanya dalam membangun smelter. Sehingga jika Smelter tidak selesai dibangun karena kekurangan biaya, maka hasil tambang bijih nikel harus dijual ke Smelter lokal yang saat ini dikuasai oleh Smelter besar milik asing.

Sampai  dengan saat ini tidak ada pegangan dan dasar hukum yang kuat tentang tata niaga nikel, sehingga harga ditentukan oleh pihak smelter, dan ini sangat merugikan penambang. Sebab, harga yang ditetapkan sangat jauh dibandingkan dengan harga internasional.

Oleh karenanya, penambang berharap pemerintah bisa hadir dan memberikan keadilan bagi pengusaha nasional.