Kabar Nikel Warga Blokir Jalan Tambang PT. SEI

Warga Blokir Jalan Tambang PT. SEI

, Estimasi Baca : 2 minutes
279
Jalan tambang PT. Stardust Estate Investmen (SEI) yang diblokir warga/metrosulteng.com

APNI, Jakarta – Dianggap belum menyelesaikan proses ganti rugi, jalan tambang PT. Stardust Estate Investmen (PT. SEI) diblokir warga.

Keluarga S. Mandalele merasa memiliki hak atas tanah seluas 40 hektar di areal Sogigi, Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang dikelolanya sejak tahun 1985.

Klaim keluarga Mandalele tersebut dibuktikan dengan Surat Keterangan Penguasaan Tanah Nomor 95/70/BNT/XII/2003, ditanda tangani oleh kepala desa dan camat Petasia.

Pemblokiran jalan dilakukan dengan cara dipalang menggunakan kayu dan bambu di jalan masuk area tambang PT. SEI, sehingga kendaraan perusahaan tidak dapat melalui area tersebut.

Kuasa ahli waris, Buyung mengatakan, pemalangan diatas lahan yang dilakukan sejak Rabu (8/1) akan terus dilakukan, sebelum PT. SEI membayar pembebasan lahan keluarga dengan harga penawaran ke Perusahaan 25.000/meter.

Sementara itu, PT. SEI mengatakan bahwa lahan yang diklaim keluarga Mandalele sudah dibebaskan, dimana saat itu dilakukan mediasi penjualan oleh perusahaan yang diwakili oleh Coy, humas PT. SEI dan Kepala Desa Bunta. Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, kemudian PT. SEI mengambil material yang berada di lokasi milik itu.

Keterangan dari PT. SEI tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Bunta, yang mengatakan bahwa lahan milik keluarga S. Mandalele sudah dibebaskan dan sudah dibayar oleh pihak perusahaan seluas 25 Hektar. Tinggal 15 Hektar yang belum di bebaskan dari luas keseluruhan 40 Hektar.

Sedangkan dari pihak ahli waris keluarga S. Mandalele mengaku belum pernah menjual samasekali tanah yang berada di Sogigi. Sehingga diduga pembebasan tanah 25 Hektar tersebut di gelapkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Harapan pertama keluarga S. Mandalele lahan kami 40 Hektar di bayar oleh Perusahaan PT. SEI, dan kami akan membuka palang, harapan kedua yaitu pihak kepolisian harus mengungkap, menangkap dan mengadili oknum yang menjual lahan keluarga S. Mandalele 25 Hektar,” kata Buyung.

Untuk diketahui, PT. SEI merupakan mitra dari PT. Gunbuster Nikel Industry akan membangun smelter dengan 46 Tungku di Desa Bunta, Petasia Timur, Morowali Utara.

Sumber: metrosulteng.com